<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579</id><updated>2011-04-21T18:07:07.101-07:00</updated><title type='text'>Fenomena</title><subtitle type='html'>Pengalaman-pengalaman yang boleh jadi dialami semua orang, setiap saat. Jika dari sumber lain, sedapat mungkin akan dituliskan sumbernya, kalau tidak ada ... mohon maaf.  Sepanjang mungkin... bukan fiktif atau fiksi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-8905285875672705672</id><published>2007-02-22T16:34:00.000-08:00</published><updated>2007-02-22T16:35:16.967-08:00</updated><title type='text'>Firasat, Sebuah Opini</title><content type='html'>&lt;div class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Pengantar :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan ini merupakan perluasan dari artikel : Alam Semesta sebagai Hologram (http://www.tf.itb.ac.id /~eryan/FreeArticles/AlamSemestaHologram.html) dengan sedikit menghubungkan dengan firasat (satu pendekatan yang ilmu pengetahuan belum merambah dengan cukup meyakinkan. Didapat dari blog “http://blog.doeljoni.sysadmin.or.id/2005/10/17/ firasat-sebuah-opini/”, tapi ketika dicek nggak berhasil. Jadi, saya &lt;em&gt;copy paste&lt;/em&gt;kan saja dari temboloknya si gugel. Yang menarik dari pembahasan ini adalah kesadaran realitas semu, adanya hubungan subatomik antara bagian satu dengan lainnya yang tidak terpisahkan. Seolah satu untuk segalanya, dan segalanya adalah satu. Mirip juga seperti pemikiran &lt;em&gt;wahdatul wujud&lt;/em&gt;, Ibnu Arabi yang banyak dipertentangkan itu. Seperti ada dikedalaman sufi. Jalin menjalin. Ada unsur religiositas di dalamnya. Jadi, selalu ada hubungan yang belum terdeteksi. Mungkin juga suatu saat kita bisa memikirkan (atau mempertanyakan) partikel apa yang membawa do’a pada Pemilik segalanya……&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Subjektifitas Firasat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memaknai sebuah firasat terkadang jauh lebih sulit ketimbang memahaminya setelah sebuah/atau serangkaian peristiwa terjadi. Seringkali kita secara aneh mengalami perasaan/kondisi yang membuat kita melakukan atau membatalkan serangkaian kegiatan baik yang telah maupun belum sama sekali direncanakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, firasat bukanlah sebuah obyektifitas. Firasat adalah sebuah subyektifitas yang akan sangat sulit dipahami oleh logika yang dibangun oleh positivisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sains didominasi oleh aliran positivisme, sebuah aliran yang sangat menuhankan metode ilmiah dengan menempatkan asumsi-asumsi. Menurut aliran ini, sains mempunyai reputasi tinggi untuk menentukan kebenaran, sains merupakan ‘dewa’ dalam beragam tindakan (sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain). Menurut sains, kebenaran adalah sesuatu yang empiris, logis, konsisten, dan dapat diverifikasi. Sains menempatkan kebenaran pada sesuatu yang bisa terjangkau oleh indra. Dalam sains semuanya harus bisa diukur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firasat, dalam paham ini tidak akan mendapat posisi, sebagaimana agama yang keberadaannya akan tertolak mentah-mentah. (Firasat atau memahami suatu kejadian melalui &lt;a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/05/10/berita-telepati/" title="berita-telepati" target="_blank"&gt;model-model&lt;/a&gt; yang sederhana)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa sains dibatasi hanya di wilayah yang rasional, sementara manusia memiliki hanyak hal yang secara rasional belum dapat dijelaskan? Lalu apakah itu kemudian dianggap tidak ada? Sains menepis pandangan-pandangan yang dianggap kebetulan, padahal seperti di dunia ini tidak ada yang sifatnya kebetulan. Dapatkan sains mengukur cinta? Dapatkah sains menjelaskan firasat ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia yang mempunyai the soul (jiwa) berkata jujur: “Hidupku hampa walau kubergelimang harta dan kebahagiaan, aku kehilangan makna, apa fungsi aku hidup?”. Sains hanya bisa menutup mulut, penjelasannya hanya ada di agama. Sains tertunduk malu, dan agama pun mengajak untuk bersanding bukan bertanding.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Holographic Universe&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Universitas Paris, 1982, Aspect bersama timnya menemukan bahwa dalam lingkungan tertentu partikel-partikel subatomik, seperti elektron, mampu berkomunikasi satu sama lain dengan seketika tanpa tergantung pada jarak yang memisahkan mereka. Hal ini melanggar prinsip Einstein yang telah lama dipegang, yakni bahwa tidak ada komunikasi yang mampu berjalan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Berjalan melebihi kecepatan cahaya berarti menembus dinding waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;David Bohm, pakar fisika teoretik dari Universitas London, yakin bahwa temuan Aspect menyiratkan bahwa realitas obyektif itu tidak ada; bahwa sekalipun tampaknya pejal [solid], alam semesta ini pada dasarnya merupakan khayalan, suatu hologram raksasa yang terperinci secara sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah hologram adalah suatu potret tiga dimensional yang dibuat dengan sinar laser. Untuk membuat hologram, obyek yang akan difoto mula-mula disinari dengan suatu sinar laser. Lalu sinar laser kedua yang dipantulkan dari sinar pertama ditujukan pula kepada obyek tersebut, dan pola interferensi yang terjadi (bidang tempat kedua sinar laser itu bercampur) direkam dalam sebuah pelat foto. Ketika pelat itu dicuci, gambar terlihat sebagai pusaran-pusaran garis-garis terang dan gelap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, saat foto itu disoroti oleh sebuah sinar laser lagi, muncullah gambar tiga dimensional dari obyek semula di situ. Sifat tiga dimensi dari gambar seperti itu bukan satu-satunya sifat yang menarik dari hologram. Jika hologram sebuah bunga mawar dibelah dua dan disoroti oleh sebuah sinar laser, masing-masing belahan itu ternyata masih mengandung gambar mawar itu secara lengkap (tetapi lebih kecil). Bahkan, jika belahan itu dibelah lagi, masing-masing potongan foto itu ternyata selalu mengandung gambar semula yang lengkap sekalipun lebih kecil. Berbeda dengan foto yang biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah hologram mengajarkan bahwa beberapa hal dari alam semesta ini mungkin tidak akan terungkap dengan pendekatan lama, mengurainya satu persatu. Jika kita mencoba menguraikan sesuatu yang tersusun secara holografik, kita tidak akan mendapatkan bagian-bagian yang membentuknya, melainkan kita akan mendapatkan keutuhan yang lebih kecil.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bayangkan sebuah akuarium yang mengandung seekor ikan. Bayangkan juga bahwa Anda tidak dapat melihat akuarium itu secara langsung, dan bahwa pengetahuan Anda tentang akuarium itu beserta apa yang terkandung di dalamnya datang dari dua kamera televisi: yang sebuah ditujukan ke sisi depan akuarium, dan yang lain ditujukan ke sisi lainnya. Ketika Anda menatap kedua layar televisi, Anda mungkin menganggap bahwa ikan yang ada pada masing-masing layar itu adalah dua ikan yang berbeda. Bagaimana pun juga, karena kedua kamera diarahkan dengan sudut yang berbeda, masing-masing gambar ikan itu sedikit berbeda satu sama lain. Tetapi sementara Anda terus memandang kedua ikan itu, akhirnya Anda akan menyadari bahwa ada hubungan tertentu di antara kedua ikan itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hubungan yang tampaknya “lebih cepat dari cahaya” di antara partikel-partikel subatomik sesungguhnya mengatakan kepada kita bahwa ada suatu tingkat realitas yang lebih dalam, yang selama ini tidak kita kenal, suatu dimensi yang lebih rumit di luar dimensi kita, dimensi yang beranalogi dengan akuarium itu. Tambahnya, kita memandang obyek-obyek seperti partikel-partikel subatomik sebagai terpisah satu sama lain oleh karena kita hanya memandang satu bagian dari realitas sesungguhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tingkatan yang lebih dalam, realitas merupakan semacam superhologram yang di situ masa lampau, masa kini, dan masa depan semua ada (berlangsung) secara serentak. Ini mengisyaratkan bawah dengan peralatan yang tepat mungkin di masa depan orang bisa menjangkau ke tingkatan realitas superholografik itu dan mengambil adegan-adegan dari masa lampau yang terlupakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Otak Kita Juga Holographic&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan bekerja secara independen di bidang penelitian otak, pakar neurofisiologi Karl Pribram dari Universitas stanford, juga menerima sifat holografik dari realitas. Pribram tertarik kepada model holografik oleh teka-teki bagaimana dan di mana ingatan tersimpan di dalam otak. Selama puluhan tahun berbagai penelitian menunjukkan bahwa ingatan tersebar di seluruh bagian otak, bukan tersimpan dalam suatu lokasi tertentu. Masalahnya, saat itu tidak seorang pun dapat menjelaskan mekanisme penyimpanan ingatan yang bersifat “semua di dalam setiap bagian” yang aneh ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1960, Pribram membaca konsep holografi dan menyadari bahwa ia telah menemukan penjelasannya. Pribram yakin bahwa ingatan terekam bukan di dalam neuron-neuron (sel-sel otak), melainkan di dalam pola-pola impuls saraf yang merambah seluruh otak, seperti pola-pola interferensi sinar laser yang merambah seluruh wilayah pelat film yang mengandung suatu gambar holografik. Dengan kata lain, Pribram yakin bahwa otak itu sendiri merupakan sebuah hologram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teori Pribram juga menjelaskan bagaimana otak manusia dapat menyimpan begitu banyak ingatan dalam ruang yang begitu kecil. Pernah diperkirakan bahwa otak manusia mempunyai kapasitas mengingat sekitar 10 milyar bit informasi selama masa hidup manusia rata-rata (atau kira-kira sebanyak informasi yang terkandung dalam lima set Encyclopedia Britannica). Kemampuan mengagumkan dari manusia untuk mengambil informasi yang diperlukan dari gudang ingatan yang amat besar itu dapat lebih dipahami jika otak berfungsi menurut prinsip-prinsip holografik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejumlah bukti yang mengesankan mengisyaratkan bahwa &lt;strong&gt;otak menggunakan prinsip-prinsip holografik&lt;/strong&gt; untuk menjalankan fungsinya. Tetapi aspek yang paling membingungkan dari model otak holografik Pribram adalah apa yang terjadi apabila model itu dipadukan dengan teori Bohm. Oleh karena, bila kekonkritan alam semesta ini hanyalah realitas sekunder dan bahwa apa yang ada “di luar sana” sesungguhnya hanyalah kekaburan frekuensi holografik, dan jika otak juga sebuah hologram dan hanya memilih beberapa saja dari frekuensi-frekuensi yang kabur dan secara matematis mengubahnya menjadi persepsi sensorik, apa jadinya dengan realitas yang obyektif?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara sederhana, realias obyektif itu tidak ada lagi. Seperti telah lama dinyatakan oleh agama-agama dari Timur, dunia materi ini adalah Maya, suatu ilusi, dan sekalipun kita mungkin berpikir bahwa kita ini makhluk fisikal yang bergerak di dalam dunia fisikal, ini juga suatu ilusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita ini sebenarnya adalah “pesawat penerima” yang mengambang melalui suatu lautan frekuensi, dan apa yang kita ambil dari lautan ini dan terjemahkan menjadi realitas fisikal hanyalah satu channel saja dari sekian banyak yang diambil dari superhologram itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Paradigma Holographic&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gambaran realitas yang baru dan mengejutkan ini, yakni sintesis antara pandangan Bohm dan Pribram, dinamakan paradigma holografik. Banyak Ilmuhwan percaya bahwa paradigma itu merupakan model realitas yang paling akurat yang pernah dicapai sains. Lebih dari itu, sementara kalangan percaya bahwa itu dapat memecahkan beberapa misteri yang selama ini belum dapat dijelaskan oleh sains, dan bahkan dapat menegakkan hal-hal paranormal sebagai bagian dari alam. Banyak peneliti, termasuk Bohm dan Pribram, mencatat bahwa banyak fenomena para-psikologis menjadi lebih dapat dipahami dalam kerangka paradigma holografik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam suatu alam semesta yang di situ otak individu sesungguhnya adalah bagian yang tak terbagi dari hologram yang lebih besar dan segala sesuatu saling berhubungan secara tak terbatas, maka telepati mungkin tidak lebih dari sekadar mengakses tingkat holografik itu. Jelas itu jauh lebih mudah dapat memahami bagaimana informasi dapat berpindah dari batin individu A kepada batin individu B yang berjauhan, dan memahami sejumlah teka-teki yang belum terpecahkan dalam psikologi. Paradigma holografik menawarkan model untuk memahami banyak fenomena membingungkan yang dialami orang dalam keadaan “kesadaran yang berubah” [altered states of consciousness].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1950-an, seorang pasien mental, wanita yang tiba-tiba merasa yakin bahwa dia mempunyai identitas seekor reptil betina prasejarah. Selama halusinasinya, dia tidak hanya menguraikan secara amat mendetail tentang bagaimana rasanya terperangkap dalam wujud seperti itu, melainkan juga mengatakan bahwa bagian anatomi binatang jantan adalah sepetak sisik berwarna pada sisi kepalanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang mengejutkan, sekalipun wanita itu sebelumnya tidak mempunyai pengetahuan tentang hal-hal itu, seorang ahli zoologi belakangan menguatkan pendapatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Regresi ke dalam dunia binatang bukanlah satu-satunya fenomena psikologis yang menjadi teka-teki yang ditemukan. Orang-orang yang tidak terdidik tiba-tiba memberikan gambaran yang terperinci tentang praktek penguburan Zoroaster dan adegan-adegan dari mitologi Hindu. Jenis pengalaman yang lain adalah orang-orang yang emberikan uraian yang meyakinkan tentang perjalanan di luar tubuh, atau melihat sekilas masa depan yang akan terjadi, atau regresi ke dalam inkarnasi dalam salah satu kehidupan lampau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Psikologi Transpersonal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bentangan fenomena yang sama muncul dalam sesi-sesi terapi yang tidak menggunakan obat-obatan [psikotropika]. Oleh karena unsur yang sama dalam pengalaman-pengalaman seperti itu tampaknya adalah diatasinya kesadaran individu yang biasanya dibatasi oleh ego dan/atau dibatasi oleh ruang dan waktu, fenomena itu disebut sebagai “pengalaman transpersonal”, dan pada akhir tahun 1960-an dirintis cabang psikologi yang disebut “psikologi transpersonal” yang sepenuhnya mengkaji pengalaman- pengalaman seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama bertahun-tahun Perhimpunan Psikologi Transpersonal [Association of Transpersonal Psychology] tidak dapat memberikan suatu mekanisme yang dapat menjelaskan berbagai fenomena psikologis aneh yang mereka aksikan. Tetapi semua itu berubah dengan lahirnya paradigma holografik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana dicatat baru-baru ini, jika batin memang bagian dari suatu kontinuum, suatu labirin yang berhubungan bukan hanya dengan setiap batin lain yang ada dan yang pernah ada, melainkan berhubungan pula dengan setiap atom, organisme, dan wilayah di dalam ruang dan waktu yang luas itu sendiri, maka fakta bahwa batin kadang-kadang bisa menjelajah ke dalam labirin itu dan mengalami hal-hal transpersonal tidak lagi tampak begitu aneh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin kita sepakat tentang apa yang “ada” atau “tidak ada” oleh karena apa yang disebut “realitas konsensus” itu dirumuskan dan disahkan di tingkat bawah sadar manusia, yang di situ semua batin saling berhubungan tanpa terbatas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam alam semesta yang holografik, tidak ada batas bagaimana kita dapat mengubah bahan-bahan realitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang kita lihat sebagai ‘realitas’ hanyalah sebuah kanvas yang menunggu kita gambari dengan gambar apa pun yang kita inginkan. Sesungguhnya, bahkan paham-paham kita yang paling mendasar tentang realitas patut dipertanyakan, oleh karena di dalam alam semesta holografik, sebagaimana ditunjukkan oleh ribram, bahkan perisitiwa yang terjadi secara acak [random] harus dilihat sebagai berdasarkan prinsip holografik dan oleh karena itu bersifat determined. ‘Sinkronisitas’ atau peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermanfaat, tiba-tiba masuk akal, dan segala sesuatu dalam realitas harus dilihat sebagai metafora, oleh karena bahkan peristiwa yang paling kacau mengungkapkan suatu simetri tertentu yang mendasarinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kearifan Timur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jauh-jauh hari kearifan dari timur telah mengajarkan apa itu realitas sejati (superhologram) dibalik realitas obyektif yang tertangkap oleh indrawi manusia. Bahkan bukan saja memberitahukan tentang adanya realitas sejati tersebut, namun juga mengajarkan teknik-teknik dan upaya pencapaiannya. Dalam konteks bahasanya dikenal beragam istilah seperti firasat, was-was, ilham, sir, angan-angan dan ragam-macam lainnya. Dan juga mengajarkan juga cara membedakannya, mana yang datang dari kenaifan jiwa, mana yang datang dari sesuatu di luar jiwa, dan mana yang dateng dari kearifan tertinggi di luar jiwa kita. Hal-hal yang mana dulunya ditolak oleh psikologi maupun sains materi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka telah mengenal beragam teknis ‘mengendalikan diri’ sebagai upaya untuk mengalahkan ego dalam mencapai hakikat sejati dibalik realitas obyektif yang bisa ditangkap oleh indera. Pengendalian diri, lelaku dan tirakat dalam menghancurkan ego untuk mencapai kesejatian. Ego yang selalu menuntut untuk puaskan dan dirajakan, bagi mereka adalah musuh yang harus dikendalikan. Dalam ajaran ini, hati itu adalah medan pertempuran. Pertempuran antara ego dan kesejatian hakiki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam suatu kajian mengenai meditasi transendental memperlihatkan, dua kelompok meditator yang berada di tempat yang berlainan dapat berinteraksi satu sama lain dalam meditasi. Dalam pandangan interconnectedness (kesalingterkaitan), menjadi jelas bahwa kesadaran tak hanya dibangkitkan dari otak, meskipun otak secara intim sangat berhubungan dengan ekspresi kesadaran. Austin (Prof James Austin MD, Neurolog dan Profesor Emeritus dari Pusat Pelayanan Kesehatan Universitas Colorado) menegaskan, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;pengalaman mistik memperlihatkan bahwa kesadaran merupakan properti semesta.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Data terakhir juga memperlihatkan bahwa doa dapat menjadi sarana penyembuhan dari jauh. Doa yang khusyuk dengan hati bersih akan membukakan hati untuk menerima kekuatan Ilahi bagi kedamaian yang menyembuhkan, menguatkan, dan menemukan jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian kiranya pendekatan kearifan dari timur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sini, mulai dapat dilihat titik pendekatan sains dalam menjelaskan apa itu firasat. Firasat mungkin dapat dipahami sebagai moment dimana bagian jiwa manusia menggunakan otak holografisnya untuk mengakses memori universal yang terekam dibalik superhologram (Holographic Universe). Bagaimana membedakan antara akses yang tepat dan tidak, kearifan dari timur telah memberikan bermacam-macam metode yang berbeda-beda, bergantung madzab dan ajarannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendekatan ini pula yang menjadi titik temu antara agama dengan sains (dan psikologis sebagai bahasan sains). Di sinilah suatu titik yang membawa perubahan pada perkembangan sains selanjutnya yang juga berpengaruh pada perkembangan psikologi dimana psikologi mulai melirik agama untuk studi-studinya dan rahasia-rahasia mistis agama mulai dapat dipahami.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-8905285875672705672?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/8905285875672705672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=8905285875672705672&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/8905285875672705672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/8905285875672705672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2007/02/firasat-sebuah-opini.html' title='Firasat, Sebuah Opini'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-116243020044434169</id><published>2006-11-01T17:00:00.000-08:00</published><updated>2006-11-01T17:16:40.453-08:00</updated><title type='text'>Perintah Tidur dan Bangun</title><content type='html'>Mungkin karena kebiasaan saja.  Sebelum tidur, kadang aku memesankan pada diri sendiri untuk tidur hanya 10 menit saja, satu jam saja atau dua jam saja.  Maklumlah sebagai orang yang menjual tenaga dan pikirannya ke orang lain, di saat kerja, kurang layak sebenarnya untuk tidur.  Tapi, kelelahan kadang tidak bisa dikompromikan.  Seperti juga pekerjaan yang tak mau dibatasi waktunya.&lt;br /&gt;Kalau keinginan untuk membatasi atau bangun pada waktu yang ditetapkan itu serius dipersiapkan sebelum tidur, maka nyaris hampir 90% lebih dari kejadian itu, aku selalu bangun sesuai dengan pesan untuk otakku sebelum tidur.  Sering pula tepat sampai pada hitungan menit.  Hanya kondisi-kondisi tertentu saja kondisi ini tidak tercapai.  Misalnya karena bagadang semalaman, tidur kurang dari 2-3 jam sehari, atau kondisi-kondisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;force mayeur&lt;/span&gt; lainnya.  Kebutuhan untuk memerintahkan badan bangun pada waktu yang diinginkan bisa karena kebiasaan, mau pergi ke luar kota dan berangkat pagi, 10 menit menjelang subuh tiba dan kondisi rutinitas lainnya yang mengharuskan bangun dari kelelapan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, saya tak bisa menjelaskan bagaimana otak dan hati memahami perintah sebelum tidur itu untuk bangun pada waktu yang diinginkan.  Apakah ungkapan dalam hati itu dicatat oleh jaringan otak untuk membangunkan jasad pada waktunya.  Kalau memang begitu, berarti otak bawah sadar seharusnya punya kriteria terhadap pesan hati yang dicatat sebelum tidur dan juga mengerti kapan (berapa lama) harus tertidur.  Kalau begitu, ketika sebelum tidur menyampaikan ke tubuh kita : "saya mau tidur 1 jam saja", maka catatan hati itu mulai menghidupkan alarmnya, untuk 60 menit kemudian atau sebelum sampai ke angka 60 menit, mulai dilakukan pemanasan untuk membangunkan sang raga. Ataukah pesan yang disampaikan itu diterima oleh penjaga kita, lalu sang penjaga mengingatkan bahwa :"... eh.. lu sudah waktunya untuk bangun.  Kan tadi kamu minta dibangunkan sekarang... ayo bangun...".  Dan blas, Alhamdulillah.... perlahan tapi pasti, kelopak mata terbuka, alam bawah sadar menutup tirainya kembali dan kesadaran rasional kembali membuka pintunya.  Alam itu holistik, jalin menjalin, terintegrasi dan terpecah belah secara utuh, terstruktur, tak terpahami permulaannya dan tak terdefiniskan juga akhirnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-116243020044434169?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/116243020044434169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=116243020044434169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116243020044434169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116243020044434169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/11/perintah-tidur-dan-bangun.html' title='Perintah Tidur dan Bangun'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-116107812141547463</id><published>2006-10-17T02:21:00.000-07:00</published><updated>2006-11-01T17:00:37.710-08:00</updated><title type='text'>Yang Dipakai Berbeda Dengan Yang Dilihat</title><content type='html'>"Ah desahku", aku mengeluhkan kembali untuk kesekian kalinya bahwa sendal yang kupakai di subuh itu hilang (dipakai orang lain).  Rasanya aku ingat benar, bahwa aku memilih sendal hitam bertali bercak putih yang kubawa ke mesjid dekat rumah itu.  Usai solat bersama, aku mengeluh bahwa salah satu jamaah yang jumlahnya tidak banyak itu telah mengambil atau tepatnya memakai sandal milikku.  Bahkan sampai saat terakhir, setelah semua jamaah terakhir keluar dari mesjid, yang tersisa hanya satu sandal hijau bertanda saja.  Karena itu bukan sandalku, maka aku tak mau memakai sandal itu.  Isteriku yang tahu aku kehilangan sandal agar tidak usah ribut.  Malu.  Jadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;keep silent&lt;/span&gt; saja deh.  Aku pun berangkat pulang ke rumah tanpa sandal.  Ada rasa dongkol, juga rasa pasrah, juga kuangap sebagai ujian kecil saja.  Harga sebuah sandal toh tidak begitu mahal, hanya belasan ribu saja.  Jadi, tanpa kecil hati akupun melangkah kembali ke rumah.  Kerikil-kerikil kecil yang terinjak kulit kakiku menambah kenikmatan berjalan.  Sampai di depan rumah, persis di depan pintu masuk ruang tamu, aku terkejut.  Ternyata sepasang sendal milikku itu berada tepat di depan pintu ruang tamu, di teras rumah.  Aku terpana, sungguh.  Aku tak habis mengerti, kenapa sendal itu ada di teras rumahku.  Hanya ada dua kemungkinan seruku dalam hati. "Sendal itu emang kembali sendiri atau aku memang memakai sendal hijau bertanda itu" ke mesjid.  Namun, karena pikiranku mengatakan bahwa aku memakai sendal hitam bercak putih, maka meskipun aku memakai sendal hijau, tetap saja pikiranku lebih mempercayai memakai sendal hitam bercak putih.  Kadang kita memang cenderung mempercayai apa yang ada dalam pikiran kita, dan bukan apa yang sesungguhnya terjadi.  Kenapa?.... Ya karena, yang kita lihat, tidak sama dengan yang kita pikirkan, juga tidak sama dengan kejadiannya, dan kita kadang juga tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi.  Kita hanya mempresepsikan saja.  Kembali kepada sendal... sampai sekarang aku percaya saja, meskipun ragu bahwa aku telah memakai sendal hijau itu.  Tapi jelas aku juga harus menafikkan logika ada sendal pulang duluan. Yang jelas pula, seluruh rasio berpikirku menyatakan bahwa aku khilaf pada sendal yang kubawa/kupakai malam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-116107812141547463?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/116107812141547463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=116107812141547463&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116107812141547463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116107812141547463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/10/yang-dipakai-berbeda-dengan-yang.html' title='Yang Dipakai Berbeda Dengan Yang Dilihat'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-116096425218437514</id><published>2006-10-15T19:03:00.000-07:00</published><updated>2006-10-15T19:04:12.193-07:00</updated><title type='text'>Mimpi yang membangunkan dari tidur</title><content type='html'>Apa yang terjadi, katakanlah badan berada pada suatu kondisi yang mengharuskannya untuk bangun karena ingin ke belakang atau kedinginan atau leher tertekuk sehingga pernafasan tidak lancar?.  Sedangkan pada saat yang sama, pemilik tubuh itu sedang tidur nyenyak?.&lt;br /&gt;Pertanyaannya :  Adakah mekanisme logis untuk membangunkan jasad fisik yang sedang tertidur itu?&lt;br /&gt;Baru kemudian saya sadari, salah satu usaha dari mimpi itu adalah mekanisme untuk membangunkan orang dari tidur.  Atau dengan kata lain, memberikan masukan dari alam bawah sadar ke alam kesadaran agar rasional/logika.&lt;br /&gt;Usaha-usaha oleh kondisi badan untuk membangunkan alam sadar dilakukan melalui stimulus-stimulus yang ditransformasikan ke alam sadar dan dipahami sebagai mimpi.  Mimpi itu tampaknya  merangsang otak sadar untuk terbangun sehingga alam sadar bisa kembali pada posisinya.  Jadilah kita terbangun dari mimpi.&lt;br /&gt;Karena itu, beberapa kali saya bermimpi kebanjiran, dikejar-kejar maling atau sejenisnya dan ketika terbangun, terasa benar penuhnya kandung kemih atau hal lainnya sehingga mengharuskan ke belakang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-116096425218437514?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/116096425218437514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=116096425218437514&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116096425218437514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116096425218437514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/10/mimpi-yang-membangunkan-dari-tidur.html' title='Mimpi yang membangunkan dari tidur'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-116073319441390184</id><published>2006-10-13T01:12:00.000-07:00</published><updated>2006-10-13T22:47:51.253-07:00</updated><title type='text'>Tangan yang tak dikenali badannya.</title><content type='html'>Di perbatasan antara tidur dan bangun, aku merasa ada tangan dingin yang diletakkan begitu saja di atas badanku.  Meskipun kantuk yang masih berat menerpa tubuh, tapi pikiran rasional mulai mengemuka ketika terasa ada sesuatu atau lebih tepatnya sentuhan lain yang menyentuh badanku.  Sentuhan yang tidak biasa. Aku jelas sangat terkejut dan nyaris ketakutan.  Keringat deras membasahi muka dan badanku.  Sentuhan itu terasa begitu dingin, kuat, dan menakutkan.  Pikiran merambah pada dimensi-dimensi ketakutan atau gangguan dari mahluk-mahluk dari sebrang sana.  Tangan yang menyentuh dadaku itu  membuat sesak bernafas.  Mataku masih tertutup dan sangat berat untuk dibuka. Dengan sekuat tenaga aku membuka mata dari kantuk dan ketakutan menyengat sekujur tubuh.  &lt;br /&gt;Blas... aku terbangun.  Ternyata yang tampak di mataku itu adalah tanganku sendiri.&lt;br /&gt;Sungguh keheranan luar biasa menyelimuti.  Biasanya, orang meskipun tidur, tahu dimana letak tangannya sendiri.  Setidaknya informasi bawah sadar mengatur posisi antara anggota badan dan badannya sendiri.  Rupanya dalam kasus ini terjadi perbedaan.  Ketika tidur, pergerakan tangan tidak terdeteksi oleh sistem syaraf lainnya sehingga sistem saraf tidak menyadari bahwa tangan sendiri tergeletak di atas badan sedangkan "pikiran" tentang posisi tangan itu sendiri berada pada kancah yang berbeda dengan posisi sebenarnya.  Kondisi ini, membuat aku tidak bisa menyadari bahwa yang di atas badan itu adalah tangan sendiri.&lt;br /&gt;Ini bukan soal iblis atau sejenisnya.  Menurut referensi yang kudapat.  Kondisi ini bisa terjadi karena kesehatan yang menurun, tangan terjepit oleh badan saat tidur sehingga reposisi syaraf terhadap posisi pergerakan tangan yang terdeteksi otomatis gagal dilakukan.  Jadi, ketika sesungguhnya tangan itu berada di atas badannya, reaksi badan terhadap tangan itu menjadi objek yang tidak dikenali sebagai anggota tubuhnya.  Tapi dari sumber luar.  Itulah katanya yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apapun yang menjadi alasannya.... bayangan bahwa tangan itu adalah tangan raksasa yang berbulu dan menyeramkan sudah terlanjur masuk dalam angan-angan, meskipun faktanya tidaklah demikian.  Rupanya aku harus periksakan diri ke dokter atau memang, karena tidur di dipan yang keras, aliran darah tidak mengalir dengan baik sehingga hal seperti ini terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-116073319441390184?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/116073319441390184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=116073319441390184&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116073319441390184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116073319441390184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/10/tangan-yang-tak-dikenali-badannya.html' title='Tangan yang tak dikenali badannya.'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-116055021440576609</id><published>2006-10-10T23:48:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T00:03:34.413-07:00</updated><title type='text'>Siapa Yang Memanggil?</title><content type='html'>"Ya, masih ada pekerjaan sedikit lagi!".  Jawabku sekenanya ketika pembantu di kantor itu bertanya.  Aku tetap asyik menghadap komputer.  Pekerjaan laporan yang harus kukerjakan sampai malam ini cukup menguras tenaga. Sejenak kemudian aku merasa kurang sopan menjawab tanpa menoleh.  Maka kutolehkan mataku ke arah suara yang bertanya itu berasal.  Ruangan yang cukup besar itu kosong.  Tidak ada tanda-tanda apapun.  Bulu kudukku meremang.  Aku emang penakut, situasi ini tidak kukehendaki.  Ternyata tidak ada yang bertanya.  Rasa takut menyelimutiku.  Buru-buru kumatikan komputer dan bersegera pulang.  Aku berjalan melalui lorong sepanjang 30 meteran untuk mencapai pintu depan. Sampai di pintu depan, aku kecewa bukan kepalang.  Ternyata sudah dikunci.  Berarti pilihannya aku kembali lagi mengurut lorong setengah gelap itu untuk lewati ruanganku dan meneruskan keluar melalui pintu belakang.  Rasannya begitu berat untuk berputar kembali, langkah untuk berlari pun tak sanggup.  Ah begitu berat ketakutan itu.  Langkah tanpa pilihan kuayunkan.  Dalam hati aku berharap, mudah-mudahan yang bersuara tadi itu tidak bertanya lagi.  Aku khawatir, di pojok lorong gang kantor yang panjang itu sepanjang 50 meteran itu, dia menatapku tersenyum manis tapi matanya merah dan menyeramkan.  Selangkah-demi selangkah, terus kujalani.  Terasa begitu lama, dan akhirnya sampai juga diujung lorong kembali.  Ternyata tak ada yang bertanya lagi. Rasa takut memang lebih besar dari sumber takut itu sendiri.&lt;br /&gt;Lega juga, ketika sampai di lorong belakang.  Ternyata ketakutan itu ada nikmatnya juga, ada energi yang mengalir dalam ketakutan itu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-116055021440576609?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/116055021440576609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=116055021440576609&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116055021440576609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/116055021440576609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/10/siapa-yang-memanggil.html' title='Siapa Yang Memanggil?'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115880162478660491</id><published>2006-09-20T17:36:00.000-07:00</published><updated>2006-09-20T18:20:24.920-07:00</updated><title type='text'>Suara pada Anak Tangga</title><content type='html'>Suara "sesuatu" yang naik tangga nyaris terjadi setiap malam.  Setidaknya bagi banyak teman yang masih bagadang bekerja di kantor.  Satpam sudah bilang, itu si Anu (ngkali) yang memang selalu berjalan sekitar jam 23.30-23.45 itu.&lt;br /&gt;Malam itu, ketika sedang asyik bekerja di depan komputer tak sengaja terdengar suara kaki melangkah di tangga kayu ke lantai dua.  Sedikit aku tersentak.  Untuk membuka pintu menengok rasanya terhalangi oleh keberanian.  Jadi kubiarkan saja dengan sedikit doa dan kekhawatiran.  Tapi, karena pekerjaan juga banyak, aku tak begitu perduli.  Sesaat kemudian, kira-kira 10 menitan, suara kaki menuruni lantai terdengar lagi.  Begitulah, nyaris setiap malam ketika bergadang di kantor kudengar suara itu.  Kata Pak Maryono, Satpam di kantor itu memang rutin, tapi tidak pernah terlihat wujudnya.&lt;br /&gt;Kebetulan, memang tangga kayu yang naik dari lantai dua itu persis di depan pintu ruanganku.&lt;br /&gt;Akhirnya, pada suatu malam, sengaja kubuka pintu kamar sedikit dan aku tiduran menghadap tangga.  Jam menunjukkan jam 23.10.  Kurasa sebentar lagi ada suara langkah itu.  Suara yang sudah cukup akrab di telinga.  Ada sedikit kekhawatiran, namun kuberanikan diri.  Ketika jam sudah kian mendekati waktunya, jantung berdebar semakin kencang.  Sulit dijelaskan, ketika memang benar, sayup mulai terdengar suara langkah kaki itu.  Aku tak sanggup mendorong pintu untuk melihatnya.  Rasanya kelu seluruh tulang sendi.  Aku diam saja sampai suara langkah itu menghilang.  Aku tahu, sebentar lagi suara kaki menurun akan terjadi.&lt;br /&gt;Tak lama, memang suara langkah turun terdengar lagi sayup di keheningan malam.  Dalam beberapa detik lagi,suara turun tangga itu akan hilang untuk datang lagi esok malamnya. Terbayang yang sedang berjalan turun tangga itu mahluk yang wajahnya pasti seram dan menyerangai bila menolehku.  Mungkin, dia akan menerkamku atau menertawakanku. Namun, keputusan toh harus dibuat.  Jadi, antara takut dan berani, aku setengah meloncat membuka pintu.&lt;br /&gt;Blas, pintu terbuka.  Aku melihat seekor luwak yang terbirit-birit, meloncat lewat jendela rusak bawah tangga ke atap lantai satu yang memang berada tepat di bawah anak tangga.&lt;br /&gt;Esoknya, aku ceritakan ke Pak Maryono, satpam kantor itu.  Itu cuma seekor luwak saja.  Memang di belakang kantorku itu masih setengah hutan.  Jadi logis saja ada seekor luwak yang berkunjung setiap malam ke dapur di lantai dua.  Mungkin mencari remah makanan.  Yang hebat, luwak, si mahluk malam itu tertib berkunjungnya, pada waktu yang mungkin sudah menjadi siklus hidupnya.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, aku tak mau membuka pintu lagi, tapi juga tidak perlu khawatir akan mahluk malam itu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115880162478660491?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115880162478660491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115880162478660491&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115880162478660491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115880162478660491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/09/suara-pada-anak-tangga.html' title='Suara pada Anak Tangga'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115759349159569200</id><published>2006-09-06T18:23:00.000-07:00</published><updated>2006-09-06T18:51:40.316-07:00</updated><title type='text'>Batu Bertuah</title><content type='html'>Beberapa tahun yang lalu, aku diberi sebuah batu indah dari seorang ''ulama'' yang 'energi kesalehannya' sudah cukup dikenal masyarakat.  Batu itu, konon, adalah hasil tapabrata dari seorang tokoh di masa lalu.  Batu itupun, didapatkan beliau juga dengan meditasi di suatu tempat. Batu ini memang unik, kulit permukaan batu persis seperti kulit ular.  Batu bernama Nagasasra ini, diberikan ke saya tanpa cukup penjelasan.  Hanya beliau berpesan, simpanlah di kantor.  Bersihkanlah dengan tangan (jangan dicuci)dan gunakanlah bila berzikir.  Ketika diberikan, aku mengangguk takzim.&lt;br /&gt;Karena batu itu sedikit tertutup tanah, maka aku bersihkan saja, disikat dan sebagian tanah yang mengerasnya dikerik.  Tampak keindahannya, tapi ada sedikit keraguan, jangan-jangan benar bertuah.  Untuk beberapa lama, aku simpan di kantor. Tapi, rasanya nggak afdol.  Lalu kubawa pulang dan disimpan di lemari kaca.  Kadang aku bersihkan, kalau berdebu.  Selebihnya terabaikan.&lt;br /&gt;Sampai suatu kali....&lt;br /&gt;Badanku pegal benar, diundanglah ke rumah pemijat profesional.  Banyak cerita dia "ba-bi-bu dan bla-bla-bla".  Lalu kutunjukkanlah batu yang kupunya itu.  Lalu,  setelah dia membaca sejumlah doa dan sedikit meditasi, dia jelaskan "bleh-bleh-bleh, blu-blu-blu". Tapi aku masih kurang peduli, namun lama kurenungkan, mulailah batu itu menunjukkan kebertuahannya.&lt;br /&gt;Akhirnya, lama-lama aku khawatir batu itu mempengaruhi kehidupanku.  Maka kusimpan saja di ruang tamu, jauh dari tempat tidurku di lantai dua.  Sesaat aku merasa tentram.  Kupikir lagi, jangan-jangan batu itu mempengaruhi pula anakku yang kebetulan sering tertidur di depan TV, dekat ruang tamu.  Padahal sang pemijat pelanggan itu menyampaikan bahwa pada batu itu ada aura kuat yang mempengaruhi orang. Tujuan pemberinya sih baik, tapi... who knows?.&lt;br /&gt;Pada kejap berikutnya, aku tanyakan sama paranormal lain yang kebetulan juga berprofesi sama dengan sebelumnya, jawabnya sama juga.  Kekhawatiran makin menjadi-jadi.  Untuk membuangnyapun, diperlukan syarat-syarat tertentu.  Beliau juga sarankan kembalikan saja, kalau itu membuat saya tidak tentram.&lt;br /&gt;Saya sependapat, Batu itu memang bertuah.  Buktinya, telah membuat saya resah dengan pengaruhnya. Apakah itu pengaruh informasi atau karena memang dasarnya aku memang seorang penakut.&lt;br /&gt;Akhirnya, dari pada tuah batu itu terus meresahkan, dengan 'pertolongan' beliau, kuberikan saja sama 'ahlinya'.  Dan terbebaslah saya dari keresahan mendalam tentang batu bertuah itu.  Saya kehilangan keindahannya bila memandang batu berkulit ular itu, dan mendapatkan kembali ketentraman hati yang hilang selama beberapa bulan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115759349159569200?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115759349159569200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115759349159569200&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115759349159569200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115759349159569200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/09/batu-bertuah.html' title='Batu Bertuah'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115492191378369217</id><published>2006-08-06T20:28:00.000-07:00</published><updated>2006-08-15T18:13:14.846-07:00</updated><title type='text'>Ketukan-ketukan Tanpa Wujud</title><content type='html'>"ada apa?", Tiba-tiba ibuku berteriak keras dari luar kamar.  Ibuku rupanya kaget sekali karena aku memukul dengan keras pintu yang "kebetulan" diketuk oleh ibu.  Aku sendiri kaget, kok nggak bisa bedakan antara ketukan manusia dan bukan manusia sih.  Memang, di rumah yang kami tinggali dulu itu, terutama di kamarku yang mantan dapur itu kerap aku merasa ada yang suka mengetuk-ngetuk pintu, jendela, atap dan kadang pula terdengar nyaris dekat telinga benar.  Aku kadang-kadang terganggu. Kadang kulempar sendal ke atap ke bagian yang menimbulkan keributan itu.  Aku sendiri nyaris tak pernah berpikir itu adalah gangguan mahluk halus.  Paling-paling itu cuma gangguan tikus atau sejenisnya lah.  Yang paling sering terdengar adalah ketukan pintu (seperti ketukan pintu).  Kalau pintu itu kupukul atau ku tendang, maka akan berhenti, tapi kalau aku mulai tidur lagi maka akan muncul lagi.  Kadang pula, saking terbiasanya mendengar suara-suara itu, aku sudah tidak perduli lagi. Kejadian seperti itu kurasakan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Yah, sampai malam itu.  Ibuku cukup kaget atas kejadian itu. Beliau lalu mencari orang ''&lt;em&gt;bisa&lt;/em&gt;'' untuk menentukan dan membantu menjelaskan kejadian itu.  Beginilah jawabannya.  Kamarku itu, kebetulan berada di sebelah sungai yang ada pusaran air.  Di situ para ririwa, genderuwo, setan marakayangan, dan rupa-rupa halus lainnya suka kongkow-kongkow di situ.  Kalau kebetulan lihat ada orang tidur, ya... terus mereka iseng nggangguin.  Yah begitulah, melalui yang halus di sebrang sungai itu pula, katanya... yang suka gangguin di situ dilarang.&lt;br /&gt;Aku yah, mesem-mesem saja. Tak begitu mengerti duduk persoalannya, juga tidak terlalu perduli dengan segala keruwetan itu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115492191378369217?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115492191378369217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115492191378369217&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115492191378369217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115492191378369217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/08/ketukan-ketukan-tanpa-wujud.html' title='Ketukan-ketukan Tanpa Wujud'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115474213678189783</id><published>2006-08-04T18:26:00.001-07:00</published><updated>2006-08-04T18:45:36.156-07:00</updated><title type='text'>Mual-mual dan Kehamilan</title><content type='html'>Hari-hari terakhir ini, hampir sebulan atau mungkin lebih, untuk kedua kalinya setelah beberapa tahun aku mengalami mual-mual.  Ini terjadi nyaris setiap pagi, padahal aku merasa sehat-sehat saja.  Rasanya lendir di tenggorokan bertambah banyak.  Kadang aku colok tenggorokan dari mulut dengan jari agar keluar lebih banyak.  Tapi keluar sedikit saja.  Karena perasaan ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam perut atau tenggorokan menjadi gatal ini, terutama di pagi hari sebelum pergi ke kantor.  Ini menjadi gangguan kecil tersendiri.&lt;br /&gt;Memang sih, aku kadang merokok, tapi rasanya bukan karena ini.  Perasaan mual itu lebih banyak datang setelah bangun pagi, sebelum pergi ke kantor.  Cukup sering terjadinya dan berjalan sekitar satu dua bulan.  Kadang karena peregangan otot perut agak menjadi ngilu seperti habis olah raga berat dan terasa susah digerakkan saat membungkuk.&lt;br /&gt;Minum kopi tubruk atau teh hangat tidak banyak membantu.  Untunglah kalau di kantor, aku masih bisa menahan diri (terutama siang), kalaupun ingin mual datang masih bisa ditahan.  Jadi tetap saja orang kantor tidak ada yang tahu bahwa aku menderita penyakit mual-mual.&lt;br /&gt;Hanya saja, saat itu aku sering jengkel sama mertua atau isteri yang &lt;em&gt;happy-happy &lt;/em&gt;saja melihatku sedikit menderita itu.  Tapi yah... aku sadar juga, barangkali mereka benar, meski aku tidak bisa menjelaskan kedua kejadian itu.&lt;br /&gt;Sekarang sih, kejadian itu sudah berlalu.  Kedua anakku sudah besar, mengingat hal ini, aku merasa percaya juga.  Boleh jadi memang, isteriku memang tidak pernah merasa mual-mual atau susah saat itu... eh aku malah yang mendapatkan jatahnya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115474213678189783?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115474213678189783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115474213678189783&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115474213678189783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115474213678189783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/08/mual-mual-dan-kehamilan.html' title='Mual-mual dan Kehamilan'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115458822665293033</id><published>2006-08-02T23:38:00.000-07:00</published><updated>2006-08-02T23:58:02.050-07:00</updated><title type='text'>Silahkan Kalau Mau Mandi....</title><content type='html'>Tidak terlalu sering sih, tapi setelah jam 22 malam, kadang di kantorku itu suka terdengar orang mandi.  "Byur... byur... byur...". Kisah tentang orang mandi malam itu, memang pernah menjadi pembicaraan hangat.  Aku sendiri, sebagai orang baru dan kebetulan sedang sibuk-sibuknya kerja dan belajar, tidak begitu perduli.  Namun, ketika malam tiba, semua sudah pada pulang dan tinggal aku sendiri yang masih di kantor, maka mau tidak mau, suara mandi itu mengingatkanku pada batas-batas antara realita dan khayal.&lt;br /&gt;Beberapa kali setelah suara byur di kamar mandi.  Kudatangi kamar mandi itu, masih terlihat kosong dan tidak ada tetes air.  Jelas, antara suara orang mandi dan suara malam lainnya atau suara pompa yang menyedot air ke atas berbeda.  Aku bisa membedakan suara-suara itu.  Ini jelas orang mandi.  Entah siapa?.  Aku sedikit gemetar dan takut.  Akhirnya, di kamar mandi itu, yang jaraknya hanya 6 meteran dari ruang kerjaku, aku bicara sendiri :"Yah... kalau mau mandi, mandi saja deh.  Tapi jangan mengeluarkan suara.  Suara mandi, tapi orangnya nggak kelihatan atau nggak ada, kan bikin takut.  Jadi nggak bisa konsentrasi kerja.  Jadi, silahkan saja kalau mau mandi, tapi jangan bersuara".&lt;br /&gt;Kemudian, aku beranjak kembali ke ruang kerjaku.  Berjalan pelan. Aku kemudian melupakan kejadian ini karena sejak itu, memang tak pernah lagi terdengar suara orang mandi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini sekitar tahun 1997, di kantor cabang Semarang, jl. Gajah Mungkur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115458822665293033?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115458822665293033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115458822665293033&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115458822665293033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115458822665293033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/08/silahkan-kalau-mau-mandi.html' title='Silahkan Kalau Mau Mandi....'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115292706256604249</id><published>2006-07-14T18:12:00.000-07:00</published><updated>2006-07-14T18:31:02.573-07:00</updated><title type='text'>Undangan dari Gunung Kawi</title><content type='html'>Pagi itu, aku kaget ketika isteriku dengan bersemangat mengajak berwisata ke Gn. Kawi Malang.  Memang, Gunung Kawi itu, selain ragam cerita tentang pemujaan, katanya juga adalah tempat wisata yang indah.  Menyesal (beruntung !), saya tidak pernah mengunjungi tempat wisata itu.  Jadi tidak tahu apa saja ada di sana, seperti apa.  Saya tidak tertarik untuk mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu sebelum ajakan isteriku untuk berwisata ke Gn. Kawi, kami sekeluarga berjalan-jalan di Kota Malang dan Batu.  Tak sengaja, melewati salah satu jalan, Jl. Kawi (kalau tak salah) di kota Malang.  Jadinya ingat Gn Kawi.  Kejadian itu terlupakan begitu saja, sampai satu malam dalam tidur aku bermimpi berada di bawah kaki gunung yang dalam mimpi itu adalah Gunung Kawi.  Seseorang, atau lebih tepatnya sesuatu di atas gunung (bukit?), melambai-lambaikan tangannya kepadaku dan mengajakku naik ke atas.  Kira-kira ajakannya begini ;"ayo naiklah ke sini, di sini pemandangannya indah, kamu akan dapatkan apa saja yang kamu inginkan...?".  Mimpi kadang memang berbaur dengan pengetahuan rasional lainnya.  Dalam mimpi itu, aku menolak, karena  - masih dalam mimpi -- aku tahu itu tempat pemujaan dan aku paling takut sama hal seperti ini dan sejenisnya.  Pokoknya ngeri.  Rasanya undangan dalam mimpi untuk naik ke Gn Kawi itu begitu menyentuh, ajakannya menerbitkan harapan, tapi sekaligus juga menimbulkan kecemasan. Waktu itu tidak  jelas benar, siapa yang melambai-lambaikan tangannya mengajakku ke atas gunung itu.  &lt;br /&gt;Hanya saja, pagi harinya isteriku dengan gembira mengajakku berwisata ke Gn. Kawi.  Aku tersentak.  Dalam mimpi sudah kutolak undangan itu, kini datang lagi melalui isteriku.  "Hah... ",teriakku dalam hati.  Hanya satu saja jawabku "No".  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit merinding, sedangkan isteriku tampak bertanya-tanya, mungkin heran, mengapa ajakannya yang begitu sederhana dan wajar, kutanggapi dengan dingin dan terlihat tidak suka dengan ajakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejap lain, aku ceritakan mengapa aku tak mau lagi membicarakan undangan itu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115292706256604249?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115292706256604249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115292706256604249&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115292706256604249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115292706256604249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/07/undangan-dari-gunung-kawi.html' title='Undangan dari Gunung Kawi'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-115102510294879852</id><published>2006-06-22T18:01:00.000-07:00</published><updated>2006-06-22T18:11:42.956-07:00</updated><title type='text'>Mimpi Yang Sama</title><content type='html'>Badan rasanya benar-benar pegal.  Mimpi tadi malam betul-betul tidak menyenangkan dan mungkin karena posisi tidur tidak baik atau bangun tiba-tiba, maka kenikmatan tidur terganggu.  Tadi malam, aku bermimpi ruanganku penuh asap dan kebakaran.  Malam itu, memang aku tidur di kantor dan sedang banyak pekerjaan yang menyita seluruh perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur paginya, dengan badan yang masih pegal aku turun ke lantai bawah.  Bertemu dengan satpam.  Tanpa diminta, Pak Maryono, begitu nama satpam itu bercerita.&lt;br /&gt;"Wah Pak, tadi malam saya bermimpi.  Ruangan kerja Bapak kebakaran, penuh asap.  Asapnya membumbung sampai ke atas Pak. Mimpinya seperti nyata!?. Ada apa ya Pak?."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tersenyum,  Ya ada mimpi", sahutku sekenanya.  "Bentar ya Pak Maryono, aku mau mandi dulu." Aku segera pamit.  Jangan sampai kawan-kawan sekantor berdatangan, sedangkan aku belum berpakaian rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, aku memcoba mengelaborasi mimpi petugas satpam itu.  Kesimpulannya, kejadian mimpi itu memang nyaris sama dengan mimpiku.  Yang membedakan, aku mengalami di ruanganku, dan dia melihatnya dari luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, dua kali aku bermimpi dalam model seperti itu, masih di kantor yang sama.  Kebetulan saja, pegawai yang satu ini memang suka bercerita, jadi ada komparasi yang tak pernah terjelaskan dari sudut manapun.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-115102510294879852?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/115102510294879852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=115102510294879852&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115102510294879852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/115102510294879852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/06/mimpi-yang-sama.html' title='Mimpi Yang Sama'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114973422222730056</id><published>2006-06-07T19:24:00.000-07:00</published><updated>2006-06-07T19:37:02.236-07:00</updated><title type='text'>Mencari Kubur Almarhum Ayah</title><content type='html'>Waktu memang sudah menjelang sore, sekitar jam 5 sore kurang sedikit ketika kami tiba di tempat pemakaman.  Perjalanan dari melewati Puncak yang selalu macet membuat harapan untuk tiba lebih sedikit siang tak tercapai.&lt;br /&gt;Sampai di tempat pemakaman, ternyata tidak mudah mengingat-ingat dimana lokasi yang sudah beberapa tahun tidak dikunjungi ini.  Rasanya sudah lebih dari 45 menit menyusuri, gelap malam menjelang magrib sudah hampir menjelang.  Lelah berputar-putar, akhirnya aku memilih berdoa saja meminta kepada Allah dan jika ayah suka kami kunjungi, berikan saya arah agar dapat menemukan kubur beliau sebelum gelap tiba.  Aku mencoba membayangkan pertemuan kami dengan beliau saat kami kecil dulu.  Rasanya belum lekang, terbayang beliau menatapku yang sedang menatap beliau pula pada satu saat di kilasan masa lalu. Bayangan itu terbawa dalam alunan hati kala berdoa.  Setelah itu, keputusanku makin bulat, dengan pertimbangan sang surya menjelang keperaduan, saya bangkit berdiri untuk pulang.  Ketika bangkit, mata sedikit nanar, agak samping kanan, kurang lebih dua meteran dari tempat kami bangkit terlihat jelas nama almarhum ayah di batu nisan yang berdiri tak terlalu rapih.  Tak terperikan bahagia, segala puji bagiMu ya Rabbi..... Ayah, terimakasih ya, sahutku dalam hati dengan  terbata-bata. Dengan sebisanya, semoga kiriman doa untuk ayah diterimaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114973422222730056?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114973422222730056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114973422222730056&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114973422222730056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114973422222730056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/06/mencari-kubur-almarhum-ayah.html' title='Mencari Kubur Almarhum Ayah'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114964280950972919</id><published>2006-06-06T18:08:00.000-07:00</published><updated>2006-06-06T21:12:02.466-07:00</updated><title type='text'>Kesulitan dan Kemudahan</title><content type='html'>Buku dan terutama katalog yang dibawa rombongan hampir 100 kg lebih, sedangkan perjalanan masih akan diteruskan ke Inggris.  Karena itu, kami putuskan untuk dititipkan saja di locker bandara Frankurt.  Toh minggu depan, sebelum kembali ke tanah air, pesawat yang kami tumpangi akan berganti pesawat di Frankurt.  Perkiraan kami, ada waktu 2 jam untuk mengurus sehingga akan aman-aman saja.  Sesampainya di Frankurt seminggu kemudian, karena antrian keluar pesawat dan mencari tempat landing pesawat, waktu yang tersedia hanya kurang lebih satu jam.  Begitu sampai, kami baru paham, untuk ke tempat locker, kami harus antri lagi melewati imigrasi.  Jadi, dari rombongan sekitar 10 orang, hanya 2 orang saja yang ditugasi untuk mengurus bagasi yang ditinggal di Frankurt.  Kami harus ''masuk'' ke Jerman dulu untuk ambil bagasi dan masuk kembali mengikuti prosedur rutin di bandara.  Jelas, ini memakan waktu hampir 10 sampai 15 menit lebih.  Mencari lokasi locker (berbeda gedung) dan mengambilnya sampai ke tempat check in, butuh waktu 15-20 menit lagi.  Waktu, kami mau check in, baru kami sadar lagi, beban bagasi yang biasanya dihitung rombongan, sekarang hanya dihitung 2 orang saja.  Jadi kami didenda lagi.  Mau bayar pakai dollar, petugas tidak mau, kami harus bayar pakai DM (sekarang Euro).  Apaboleh buat, kami cari money changer lalu tukar lagi ke uang jerman.   Dari lokasi check in ke ruang tunggu masih berjalan cukup jauh juga dan harus juga melewati pemeriksaan passport lagi.  Waktu hanya tinggal 5-10 menit lagi sebelum masuk ke pesawat.  Setelah hampir satu jam kejar-kejaran waktu, begitu sampai di imigrasi, rasanya lemas sekali.  Kami berada pada antrian ke 20-30. Rasanya habis sudah harapan untuk terbang dengan pesawat yang telah dijadwalkan ini.  Di negeri ini, tentu mereka tidak mau menunggu penumpang yang terlambat, berbeda dengan di Indonesia, apalagi kalau yang mau naik pejabat negara yang merasa pesawat komersial itu miliknya dan penumpang lain adalah hambanya.  Antrian ke 20-30 jelas akan memakan waktu lebih dari 5 menit, belum lagi dari imigrasi ke ruang tunggu akan butuh waktu 10 menit lagi.  Habislah harapan.&lt;br /&gt;Betul-betul menjengkelkan, apalagi kecepatan maju antrian rasanya seperti kura-kura ngantuk yang enggan berjalan.  Namun, baru sekitar satu menit dalam antrian, hidayah turun.  Tiba-tiba counter di sebelah kami yang kosong dibuka, kami yang berada di antrian terakhir melihat pertama kali dan langsung berlari ke depan counter imigrasi.  Blas..., kami menjadi sama cepat dengan yang berada pada antrian sebelahnya.  Beruntung juga kami segera bereaksi, sehingga kami bisa lebih cepat dari pergeseran tengah antrian yang berpindah ke counter yang baru dibuka.  Ini betul-betul kemudahan yang luar biasa.  Sekarang, tinggal satu lagi.  Bagaimana kami bisa sampai ke tempat boarding dan masuk ke pesawat secepat-cepatnya!?.&lt;br /&gt;Keringat bercucuran, ketika kami melewati tempat pemeriksaan terakhir sebelum masuk pesawat.  &lt;br /&gt;Teman serombongan tampak lega ketika kami masuk ke pesawat sebelum pintu pesawat ditutup.  Udara dingin dalam pesawat mulai terasa kembali di tengah keringat yang bercucuran dan penumpang yang sudah duduk dengan rapi. Pada setiap peristiwa, ada kemudahan diberikanNya, kadang kita tak dapat menggapainya karena kita lalai juga melihatnya dan tidak memanfaatkan waktu yang diberikan pada kehidupan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114964280950972919?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114964280950972919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114964280950972919&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114964280950972919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114964280950972919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/06/kesulitan-dan-kemudahan.html' title='Kesulitan dan Kemudahan'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114826081004441519</id><published>2006-05-21T18:18:00.001-07:00</published><updated>2006-05-21T18:20:10.046-07:00</updated><title type='text'>Anakku Jatuh Dari Tempat Tidur.</title><content type='html'>Anak sulungku saat itu masih bayi, baru beberapa bulan usianya. Dia tidur di tengah-tengah ranjang, antara aku dan isteri. Memang, harus dijaga ekstra hati-hati, maklum saja tidurnya bergerak ke sana-sini. Satu kali, rupanya dia tidur naik ke atas badanku yang sedang tidur kelelahan sepulang kerja. Kemudian, karena gerakan tidurnya juga ia terus meluncur jatuh ke lantai. Saat menjelang sampai ke lantai, ''mungkin'' karena gerakannya berlalu di atas badanku, secara otomatis (reflek) saja tanganku bergerak ke arah bayi yang sedang meluncur ke bawah, dan 'berhasil' meraih badannya. Tepat ketika kepalanya akan membentur lantai. Badannya terjepit antara tanganku dan dinding tepi ranjang. Tidak terjadi apa-apa, hanya benjolan kecil di kepalanya yang kemudian sehari kemudian sudah hilang (kepala bayi memang masih empuk ubun-ubunnya). Aku tak bisa bayangkan jika anakku benar-benar meluncur, meski hanya setengah meter membentur lantai dengan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, siapa yang menggerakkan tanganku ketika dalam tidur itu untuk menyelamatkan dari sebuah kemungkinan yang mungkin akan kusesali seumur hidup?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114826081004441519?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114826081004441519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114826081004441519&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114826081004441519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114826081004441519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/05/anakku-jatuh-dari-tempat-tidur_21.html' title='Anakku Jatuh Dari Tempat Tidur.'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114804019357277176</id><published>2006-05-19T05:02:00.000-07:00</published><updated>2006-05-21T18:23:31.236-07:00</updated><title type='text'>Melihat Diri Sendiri</title><content type='html'>Kejadian ini terjadi semalam sebelum aku mengikut test masuk perguruan tinggi. Hari untuk test sudah di depan mata, namun karena merasa belum siap, aku memaksakan terus belajar. Menjelang tengah malam, karena lelah, aku naik ke tempat tidur. Dalam tidur &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;aku melihat "diriku" sedang belajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Ada beberapa soal yang kukerjakan dan pelajari. Salah satunya yang masih ingat adalah pertanyaan. Pada temperatur berapa bilangan temperatur Franrenheit sama dengan Celcius. Ada beberapa lagi pertanyaan lainnya yang dibaca olehku saat tidur itu. Pelajaran itu, memang sudah dipelajari sebelumnya, jadi hanya mengulang saja. Pengulangan itulah yang dilakukan saat aku tidur kelelahan. Hanya, mimpi ini "aneh" bagiku, karena aku melihat diriku. Artinya, subjek dalam mimpi itu ada dua, satu aku yang lain melihat aku yang belajar. Namun, ini mimpi. Mungkin bunga tidur saja. Hanya objek mimpi dan yang melihat objek itu adalah subjek itu sendiri. Tak terjelaskan.&lt;br /&gt;Kemudian, mengapa ini menjadi istimewa?. Ya!. Keesokan paginya aku mengikut test masuk. Beberapa pertanyaan dalam lembar soal, nyaris persis sama dengan yang tadi malam kupelajari. Beberapa soal itu kujawab langsung seperti ''&lt;strong&gt;nyontek&lt;/strong&gt;'' langsung karena sampai nomor halaman, ukuran huruf dan jenis huruf yang dibuka pada mimpi itu berada benar-benar di depan mata. Begitu gamblang, begitu nyata. Pulang mengikuti test, rasa syukur pada yang Mahakuasa atas anugrah yang diberikan di saat yang kritis itu.&lt;br /&gt;Rasanya, ringan langkahku pulang setelah test hari kedua ini berakhir. Lega rasanya, tinggal menunggu pengumuman saja.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114804019357277176?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114804019357277176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114804019357277176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114804019357277176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114804019357277176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/05/melihat-diri-sendiri.html' title='Melihat Diri Sendiri'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114791380086930623</id><published>2006-05-17T17:53:00.000-07:00</published><updated>2006-05-26T17:04:24.683-07:00</updated><title type='text'>Anjing Melihat Mahluk Tak Kasat Mata</title><content type='html'>Kita tak usah terlalu memperdebatkan, apakah benar atau tidak anjing mampu melihat makhluk yang tak kasat mata manusia. Ini kejadian aku masih berusia sekitar 8 tahun. Sore itu, di depan rumah, anjing milik keluarga. Dinggo namanya, melipat ekornya ke belakang, mengeluarkan suara tertahan-tahan, nyaris terkencing-kencing. Menunjukkan ketakutan teramat sangat, dan matanya menatap lurus ke depan pintu . Tidak terdapat apa-apa di pintu itu. Suara anjing yang &lt;em&gt;menangis&lt;/em&gt; itu membuat kami berkumpul ke depan. Kakakku kemudian berdiri persis di depan pintu, searah dengan arah tatapan anjing. Sang anjing kemudian menggeserkan arah mata&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/anjing.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/200/anjing.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nya ke sampingnya. Berpindah agak masuk ke dalam. Kakak, kemudian memukul tempat kosong di depannya sambil berteriak &lt;em&gt;Allahu akbar&lt;/em&gt;. Tatapan anjing kemudian bergeser sambil maju ke dalam rumah. Perilakunya terus sama. Dalam ketakutan, tapi tidak lari tapi terus mengikuti, apa yang dilihatnya. Kejadian ini terus terjadi berkali-kali, sampai akhirnya sampai ke belakang rumah. Dan akhirnya, yang dilihat Dinggo menjadi tak tak ada. Ekor anjing milik keluarga itu, kemudian mulai ceria kembali, ekornya tidak lagi melipat ke bawah.&lt;br /&gt;Anjing, barangkali benar memiliki keiistimewaan untuk melihat 'sesuatu' yang tak kasat mata. Kemampuan yang luar biasa. Kita tahu memang, anjing memiliki keiistimewaan dan kepekaan luar biasa. Seekor anjing pelacak, mampu melacak jejak pencuri yang kejadiannya telah terjadi beberapa lama (semalam) atau beberapa jam. Kita bisa bayangkan, betapa sisa jejak dapat dibaui oleh anjing. Padahal, betapa tipis dan sedikitnya ''molekul'' yang tersisa dari suatu jejak. Anjing juga bisa dilatih untuk membaui ''narkotika'' yang diselundupkan. Beberapa butir molekul, dalam bungkusan narkotika yang masih tersisa bisa diendus oleh ketajaman hidungnya. Anjing memiliki kemampuan menangkap perubahan sekitarnya 300 kali lebih kuat dari manusia. Apa kesimpulan kita dari ''ketajaman'' anjing ini?. Teknologi, boleh jadi sudah sedemikian maju, tapi ''mungkin'' masih terlalu jauh untuk bisa membuat aplikasi yang memiliki 'ketajaman' deteksi setajam teknologi yang dimiliki seekor anjing. Teknologi, mungkin tidak akan pernah berhasil meraihnya. Satu hal yang kemudian kita pahami, sains berbatas pada wujud fisik yang ada. Kita masih berada pada pengertian-pengertian dan penelitian di batas pemahaman materi, menjelang pengertian ke anti materi. Anjing adalah mahluk biologis yang memiliki wujud fisik yang kombinasinya memiliki kemampuan yang belum terbayangkan oleh ilmu dan pengetahuan. Subhanallah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114791380086930623?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114791380086930623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114791380086930623&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114791380086930623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114791380086930623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/05/anjing-melihat-mahluk-tak-kasat-mata.html' title='Anjing Melihat Mahluk Tak Kasat Mata'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114742426185737224</id><published>2006-05-12T01:40:00.000-07:00</published><updated>2006-05-12T01:57:41.870-07:00</updated><title type='text'>Goresan Peristiwa di Masa Depan (adakah?).</title><content type='html'>Waktu itu, aku lagi naik motor tua di jalan Cihampelas Bandung.  Menjelang perempatan yang berpotongan dengan jalan Wastukancana.  Kurang lebih 2 atau 3 menit menjelang perempatan, aku kaget dengan lintasan yang ada di kepalaku.  Aku melihat, aku terjatuh dari motor persis di turunan jalan sebelum perempatan.  Terguling.  Yah hanya sekilas saja, karena konsentrasi memang ada pada jalanan.  Bayangan yang melintas cepat di kepala itu, membuat aku sedikit mengurangi kecepatan.  Namun, tetap saja cukup cepat.  Maklum darah muda mempengaruhi keberanian mengendarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kemudian, mungkin semenit kemudian, kejadian dalam lintasan peristiwa itu benar-benar terjadi.  Motorku terpeleset dan masuk ke bak sampah.  Motor terguling, dan aku jumpalitan ke depan.  Mungkin motornya terantuk batu pinggiran jalan.  Badan tidak terluka, motor juga tidak rusak-rusak amat, hanya saja baunya bukan kepalang, karena menimpa tumpukan sampah natura yang membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kejadian, 20 tahun lalu ...   Aku bersyukur selamat dari "musibah" itu.  Setelahnya, aku sering berpikir, apakah yang disebut kejadian itu?.  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Apakah sesuatu yang telah terjadi, akan terjadi, atau belum terjadi?.   Apakah kejadian-kejadian itu bisa dihindari?, adakah pilihan kejadian itu.  Sesungguhnya dimanakah posisi takdir dan nasib dalam kebebasan manusia.  Apakah ini masuk dalam teori ketidakpastian atau  teori acak?.   Apakah sebuah kejadian, memberikan isyarat di belakangnya (dan juga ke depannya) ataukah sebuah kejadian adalah akumulasi dari rententan peristiwa sebelumnya yang akan sampai pada titik peristiwa?.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114742426185737224?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114742426185737224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114742426185737224&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114742426185737224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114742426185737224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/05/goresan-peristiwa-di-masa-depan-adakah.html' title='Goresan Peristiwa di Masa Depan (adakah?).'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114731147159884214</id><published>2006-05-10T18:26:00.000-07:00</published><updated>2006-05-11T00:01:54.910-07:00</updated><title type='text'>Uang itu memang bukan untuk kita</title><content type='html'>Saat itu, 1995 lalu, masih dalam ingatanku. Meskipun kami tidak serba kekurangan, tapi tidak juga berkelebihan. Hari itu, kubawa pulang uang 500 ribu.  Istriku tentu gembira, ini uang kemenangan arisan di kantor. Sampai di rumah, kusampaikan uang ini, ceria wajahnya.  "Tapi tunggu dulu", sahutku perlahan.  "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kalau dalam satu atau dua hari ini tidak ada yang meminta uang ini, berarti memang ini uang untuk kita&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;"Rasanya sudah cukup lama kita tidak jalan-jalan atau sekedar bersenang-senang kecil", desahku dalam hati.&lt;br /&gt;Esok sorenya, setiba di rumah telepon berdering.  Berita dari salah seorang saudara yang mengabarkan "minta bantuan" untuk tambahan kost rumahnya yang besarnya senilai arisan yang kami menangkan.&lt;br /&gt;"Benar kan", kataku pada isteriku yang menatap datar dan sedikit nanar, antara percaya dan tidak.  Kami kemudian merelakannya.  Kalau memang uang itu bukan saatnya menjadi milik keluargaku untuk dinikmati, berarti uang yang kami terima itu sedang menempuh perjalanan menuju pemilik yang seharusnya menerima manfaatnya.  Mungkin bukan untuk pemilik rumah kost itu, mungkin juga untuk orang yang sesungguhnya berhak menerimanya.  Pada setiap perjalanannya, dia memberikan manfaat. Who Knows....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114731147159884214?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114731147159884214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114731147159884214&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114731147159884214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114731147159884214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/05/uang-itu-memang-bukan-untuk-kita.html' title='Uang itu memang bukan untuk kita'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27863579.post-114726262379619605</id><published>2006-05-10T05:02:00.000-07:00</published><updated>2006-05-10T05:03:43.806-07:00</updated><title type='text'>Berita Telepati</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/Telepati.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/320/Telepati.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu sekitar jam delapan malam.  Ibu keluar dari kamarnya, memang begitu.  Setelah magrib, biasanya beliau baru keluar kamar lagi setelah solat Isya.  Tidak biasanya, kali ini beliau langsung duduk di sebelah meja telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nunggu telepon dari En", katanya bersemangat.  Tidak sampai lima menitan, dering telepon berbunyi, segera diraihnya gagang telepon.  En, kakak perempuanku, yang sedang di Amerika mengikuti tugas belajar suaminya itu mengabarkan berita gembira.  Ia yang berobat di negeri itu mengabarkan bahwa dirinya hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Iya,... sudah tahu", kata Emak menegasi. Usai bertelepon ria, ibu kemudian menjelaskan bahwa tadi usai sholat isya, beliau tertidur.  Dalam tidur, beliau bermimpi melihat En lagi makan buah mangga muda.  Ini artinya, En hamil.  Kalau hamil, pasti mengabari Ema.  Karena itu, ema tunggui telepon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya terbengong-bengong saja.  Berita telepati telah disampaikan melalui frekuensi yang sampai saat ini teknologi belum mampu melacaknya.  Ketika diterima oleh ibu, maka "otak" ibu menerjemahkan kembali dalam bentuk "satuan-satuan" mimpi.  Mimpi yang dihasilkan harus pada pengertian (baca: dipersepsikan) sesuai dengan pengetahuan, latar belakang, dan tentu saja pengalaman emak.  Mungkin karena itulah muncul dalam bentuk "makan mangga muda".  Di belahan bumi lain, untuk bahasa telepati, sebagai bahasa semesta ini, tentu akan diterjemahkan lain, meskipun maknanya akan sama ditangkap penerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi telepati itulah yang melangkahkan Ema menuju telepon, menunggu dan telepon berdering.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Fenomena&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27863579-114726262379619605?l=agorsiloku-fenomena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/feeds/114726262379619605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27863579&amp;postID=114726262379619605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114726262379619605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27863579/posts/default/114726262379619605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agorsiloku-fenomena.blogspot.com/2006/05/berita-telepati.html' title='Berita Telepati'/><author><name>agorsiloku</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5787/2939/1600/zz.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
